Tanpaharus membuka surat itu pun gadis tersebut telah tahu apa sebenarnya maksud/isi surat. Jadi, buat apa ia harus susah-susah membayar ongkos kirim surat. Ongkos pengiriman surat harus Perangko Prisma diperkenalkan pertama kali oleh Australia Post pada kesempatan "Australia 99" pameran filateli sedunia yang diadakan di Melbourne Kartupos dalam negeri saja hanya 45 sen dan surat biasa hanya 70 sen. Einschreiben: Yakni jenis pengiriman pos atau paket yang agak mahal sedikit dari jenis standart, namun lebih terjamin karena jenis ini, penerima surat atau paket harus memberi tanda tangan tanda terima barang. Namun, kita tidak bisa mengecek keberadaan barang tersebut di Jikasatu kartu pos saja biaya perangkonya sampai 20.000, artinya dengan perangko 100.000 cuma bisa mengirim 5 kartu pos. Padahal jika mengikuti peraturan yang berlaku, perangko 100.000 bisa digunakan untuk mengirim 12 sampai 16 kartu pos ke luar negeri. Oleh karenanya lebih baik percaya diri dan ngga perlu nanya sama sekali. Justrufungsi perangko kini semakin luas. Tidak hanya untuk pengiriman surat, namun juga untuk komoditi dagang, sampai alat diplomasi. Sejak dulu desain perangko udah jadi magnet bagi kolektor. Jadi meski komunikasi sekarang pakai email atau chat di WhatsApp, jangan dikira ga ada yang mau beli perangko, ya. Kirimkankartu pos. Cari kantor pos atau jasa pengiriman lain di area Anda. Pastikan jumlah prangko yang ditempelkan sudah sesuai dan alamat yang dicantumkan sudah benar. Kalau sudah yakin, kirimkan kartu pos layaknya surat biasa. Jika Anda berada di luar negeri, biasanya kartu akan sampai di tujuan dalam 1-2 minggu. Laluapa saja Fungsi Email Yang Sering Digunakan. Fungsi utama Mengirim dan menerima surat dalam bentuk data digital melalui internet sehingga lebih cepat dan menghemat biaya. Dapat mengirimkan email ke lebih dari satu orang secara bersamaan. Mendaftar dan masuk ke situs internet atau aplikasi seperti aplikasi media sosial dll. . Sekarang kirim – kirim paket, dokumen atau surat lewat kantor pos biasanya kita hanya tinggal menyerahkan barangnya ke counter dan akan langsung ditimbang, kemudian kita akan langsung membayar berapa biayanya. Lebih mudah dan cepat dibandingkan pakai perangko, tapi lebih mahal – baru ini saya teringat kenapa untuk kirim – kirim bisa pakai perangko maupun tidak? Sedangkan kalau pakai perangko relatif lebih murah dan tinggal masukkan ke dalam kotak posnya, tidak perlu antri. Jadi apa bedanya? Kelihatannya masalah sepele memang, tapi kalau penasaran seperti saya ya ingin tahu jawabannya / Domain PublikTernyata setelah saya ngobrol dengan kurir pos dan konfirmasi ke petugas di counternya sederhana bedanya, penggunaan perangko dengan misal kilat khusus/ekspres, yakni tidak bisa dilacak lewat tracking Pos Indonesia. Masuk akal memang karena tidak ada identifikasi apa – kalau anda ingin tahu proses pengirimannya, status terbarunya dan bahkan nasibnya maka akan lebih baik pakai selain sistem perangko. Apalagi kalau kirimannya cukup darurat atau isinya penting, jelas kita perlu informasi dimana dan sudah diterima siapa juga anda punya sahabat pena, lebih terasa suasananya kalau pakai perangko untuk berbagi kabar. 😀 Oleh Teguh Wira Adikusuma * DI era digital seperti sekarang, mungkin banyak yang bertanya, apakah prangko masih ada? Pastinya MASIH ADA. Jika di luar Indonesia, prangko masih digunakan sebagai pelunasan surat, sedangkan di Indonesia sendiri lebih ke arah membeli dan menyimpannya, tanpa digunakan untuk pelunasan kiriman surat sebagaimana fungsinya dicetuskannya prangko oleh Rowland Hill dari Inggris. Di mana saat itu dinas Pos Inggris mengalami kerugian akibat banyak penerima surat yang tidak mau membayar biaya kirim surat karena saat itu biaya kirim surat dibayarkan oleh penerima surat. Akhirnya tanggal 6 Mei 1840, terbitlah prangko pertama di dunia The Black Penny yang digunakan sebagai bukti pembayaran kiriman surat, sehingga biaya kirim ditanggung oleh juga di Indonesia, yang saat itu masih dijajah oleh Belanda mengeluarkan prangko pertama pada tanggal 1 April 1864. Itulah sejarah singkat mengenai prangko pertama di dunia dan di Indonesia. Pada umumnya, prangko-prangko di awal penerbitannya hanyalah bergambar kepala pemerintahan, namun saat ini prangko banyak sekali gambarnya dan sangat menarik, sehingga banyak orang mengumpulkan prangko. Orang akan sangat bangga jika memiliki album prangko mungkin di era saat ini, ditertawakan. Adapun beberapa alasan orang mengumpulkan prangko 1. Senang dengan gambarnya2. Warnanya yang menarik3. Bisa belajar dari prangko tersebut, seperti yang dialami oleh penulis sehingga berhasil menulis buku “Eksplorasi Indonesia Melalui Benda Filateli”. Ada pula karya lama "Mengenal Filateli di Indonesia" karya filatelis Indonesia yang telah bermukim di Ingin mendapatkan penghargaan, baik di pameran filateli maupun hanya asal mengumpulkannya5. Dan masih banyak alasan lainnya Penulis menyoroti mengenai penghargaan di dalam pameran filateli. Di pameran filateli, terdapat beberapa kelas yang dipertandingkan yaitu Traditional Philately, Postal History, Postal Stationery, Aerophilately, Astrophilately, Thematic Philately, Open Philately, Maximaphily, Revenue, Literature dan Youth khusus untuk remaja. Saat ini ada kelas Picture Postcard yang masih dalam proses uji coba. Semua kelas tersebut memiliki aturan main yang ditetapkan oleh Federasi Filateli Dunia Fédération Internationale de Philatélie – FIP dan sudah diadopsi oleh Federasi Filateli Asia Pasifik Federation of Inter-Asian Philately – FIAP, Federasi Filateli Eropa Federation of European Philatelic Associations - FEPA dan Federasi Filateli Amerika Federación Inter-Americana de Filatelia - FIAF. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Surat dan perangko di masa lampau adalah hal yang tak terpisahkan. Di mana ada surat yang harus dikirim, maka perangko-lah alat untuk pos itu pernah mengalami masa jaya-jayanya saat saya masih sekolah. Jenjang SMP dan SMA seingat saya. Dulu saya pernah mengirim surat ke radio atau kepada artis idola. Kirim ke radio misalnya kirim salam dan minta diputerkan lagu favorit. Jaman sekarang mungkin melalui Whatsapp. Sedangkan ke artis favorit biasanya hanya iseng saja. Begitu mendapatkan balesan, wuih.. senengnya. Hehe..Maklum, dulu belum seperti jaman sekarang. Dulu banyak yang masih kirim-kirim surat dan bales-balesan surat. Dan menunggu balesan surat itu seperti menunggu balesan whatsapp di masa jaman sekarang benda pos ini ada nilainya. Semakin nominal yang tercantum pada perangko itu mahal atau nilainya tinggi, maka akan semakin cepat surat itu sampai ke alamat tujuan. Dan semakin murah, maka akan lebih lama untuk sampai masa-masa emasnya kirim-kiriman lewat pos maka semakin banyak perangko bekas yang dimiliki. Bagi pengkoleksi perangko tentu akan merasa bangga memiliki bermacam-macam perangko. Ya, meski bekas. Filatelis. Itu julukan bagi pengkoleksi benda pos, termasuk perangko bekas maupun perangko yang belum terpakai. Nah, benda-benda pos tersebut dinamakan masa sekarang tentu sudah jarang dijumpai orang mengirim surat dengan perangko. Lebih banyak yang mengirim kilat, tapi tidak memakai benda pos tersebut. Bahkan melalui layanan selain kantor dengan membayar sesuai dengan biaya ke kota tujuan, maka sudah dapat mengirim surat. Tidak perlu menempel perangko seperti dahulu kala. Lihat Hobby Selengkapnya Unduh PDF Unduh PDF Sekalipun tampak seperti prosedur sederhana, pemasangan perangko yang benar pada amplop akan memastikan surat Anda sampai ke tempat tujuan. Ukuran amplop dan berat surat akan memengaruhi jenis perangko yang dipasang. Aturan pemasangan perangko bisa saja bervariasi di tiap negara dan berubah seiring waktu. Jadi, jangan segan bertanya kepada petugas kantor pos setempat untuk mengetahui harga perangko saat ini. 1 Periksa ukuran amplop Anda. Ukuran amplop biasanya tertera di kemasan penjualannya, atau di amplop itu sendiri. Amplop ukuran 14 memiliki ukuran 12 x 25 cm dan dianggap sebagai ukuran standar. Amplop ini berbentuk persegi panjang dan biasanya dijual di kantor pos terdekat. Anda juga bisa mengirim surat dengan amplop berukuran lebih kecil dari ukuran 14, misalnya ukuran 10 10 x 24 cm yang dilengkapi perangko biasa. Jika bisa, lipat surat Anda agar muat di dalam amplop standar berbentuk persegi panjang supaya biaya kirimnya lebih murah. Amplop berukuran lebih besar dari ukuran 14 dikategorikan sebagai amplop besar sehingga biaya kirimnya lebih mahal. Amplop seukuran kartu yang dibuat untuk memasukkan undangan pernikahaan atau kartu sapaan biasanya juga dikenai biaya kirim ekstra. Hal ini terjadi karena amplop berbentuk janggal atau persegi yang terbuat dari material kaku dalam merusak mesin pemilah surat sehingga perlu diproses secara terpisah. 2 Timbang surat Anda. Timbanglah surat di kantor pos atau gunakan saja timbangan kecil. Berat dan ukuran surat beserta amplopnya akan memengaruhi harga pengiriman atau biaya pembelian perangko. Sering kali, makin berat surat, making tinggi harga pengirimannya. Surat di dalam amplop standar dengan bobot kurang dari 0,3 kg dapat dikirim via pos kilat dengan tarif tetap. Surat di dalam amplop standar dengan bobot lebih dari 0,3 kg akan dimasukkan ke dalam kategori prioritas sehingga tarifnya lebih tinggi.[1] 3 Tentukan apakah Anda ingin mengirim surat dengan pos kilat, pos biasa, atau paket pengiriman lainnya. Ada beragam jenis pengiriman surat yang ditangani PT Pos Indonesia. Di Amerika Serikat, ada paket pengiriman First Class Mail untuk mengirim surat berukuran kecil dengan bentuk persegi dan material keras. Untuk mengirimnya, surat tidak boleh melebihi bobot 0,3 kg. Biaya pengiriman layanan ini dipukul rata, terlepas dari jarak pengiriman. Surat akan sampai ke tujuan dalam waktu dua sampai tiga hari jika dikirim ke alamat dalam negeri. Layanan ini cocok untuk mengirim surat pribadi karena Anda hanya perlu perangko standar dan akses ke kotak pos.[2] Di Amerika Serikat juga ada layanan Priority Mail untuk mengirim surat dalam satu hari. Untuk memakai layanan ini, surat atau paket Anda tidak boleh berbobot lebih dari 30 kg. Anda bisa meminta layanan tambahan lainnya di kantor pos, seperti UPS Tracking atau Registered Mail, terutama jika surat tersebut mengandung informasi sensitif atau rahasia yang harus sampai ke tangan penerima. Harga layanan ini diatur berdasarkan jarak pengiriman; makin jauh, makin mahal. Tarifnya diatur berdasarkan 9 “zona”. Sebagai contoh, “Zona 1” adalah area lokal atau dekat tempat tinggal Anda, sementara “Zona 9” adalah tempat terjauh dari lokasi tersebut. Amerika Serikat juga punya layanan pos standar untuk mengirim banyak surat sekaligus, setidaknya harus ada 200 lembar atau 20 kg surat dalam satu kali pengiriman. Amplop harus berbobot kurang dari 0,3 kg. Amplop besar lebih mahal daripada amplop surat. Orang-orang biasanya memakai layanan ini untuk mengirim brosur, dokumen pemasaran, newsletter, katalog, dan buletin. Anda hanya bisa mengirimnya ke alamat domestik, serta tidak bisa mengirim satu amplop saja dengan layanan ini. Iklan 1 Pilihlah layanan yang sesuai dengan ukuran, berat, dan jenis surat. Jika ingin surat cepat sampai, pilihlah layanan pos kilat. Jika ingin pengiriman biasa yang sampai dalam 3 sampai 5 hari kerja, pilihlah pos standar. Apabila Anda bingung menentukan layanan mana yang cocok, bertanyalah ke kantor pos terdekat.[3] Di Amerika Serikat, jika Anda mengirim surat berbobot kurang dari 0,3 kg dengan amplop standar ke alamat domestik, Anda akan dikenai biaya sekitar Di Amerika Serikat, surat berbobot kurang dari 0,3 kg dari “Zona 1” alamat lokal bisa dikirim lewan layanan Priority Mail dengan tarif Harga ini bisa naik berdasarkan “Zona” atau area yang menjadi tujuan surat. 2 Rekatkan perangko ke amplop. Jika Anda memakai perangko stiker, kupas dulu kertas di bagian belakangnya. Jika Anda memakai perangko biasa, jilat bagian belakangnya. Pasang perangko di bagian pojok atas kanan amplop. Hal ini membuat alat penyortir pengiriman bisa “membaca” amplop dan memprosesnya.[4] Pastikan alamat pengirim dan alamat penerima tidak terhalang perangko. 3 Masukkan surat ke kotak pos. Anda bisa memasukkannya ke dalam kotak pos di kantor pos terdekat, atau ke kotak pos yang ada di area Anda.[5] Anda juga bisa menaruh surat di dalam kotak pos pribadi dan meminta tukang pos mengambilnya. Surat apa pun dengan bobot lebih dari 0,3 kg harus dikirim melalui kantor pos terdekat.[6] Iklan 1 Pilihlah layanan yang sesuai dengan ukuran, berat, dan jenis surat. Gunakan layanan pos kilat jika ingin surat cepat sampai. Jika ingin pengiriman biasa untuk menyampaikan surat dalam waktu 3 sampai 5 hari kerja, pilihlah pos standar. Apabila Anda bingung menentukan layanan mana yang cocok, bertanyalah ke kantor pos terdekat.[7] Di Amerika Serikat, pengiriman surat berbobot kurang dari 0,3 kg dengan amplop besar ke alamat domestik menggunakan jasa First Class Mail dikenai tarif Di Amerika Serikat, surat berbobot kurang dari 0,3 kg yang diletakkan di dalam amplop besar sekitar 35-1,5 cm x 20-1,5 cm dan dikirm ke “Zona 1” lokal dengan layanan Priority Mail dikenai tarif Harga pengiriman bisa naik berdasarkan “Zona atau area tujuan surat tersebut. 2 Tempelkan perangko di amplop. Jika Anda memakai perangko biasa, jilatlah bagian belakang stiker. Perangko stiker dapat dipakai dengan cara mengupas bagian belakangnya. Pasang perangko di bagian pojok kanan atas amplop. Pastikan perangko sejajar dengan alamat pengirim surat di bagian pojok kiri atas amplop.[8] Jangan menutupi atau menghalangi alamat pengirim atau penerima surat dengan perangko. 3 Kirimkan surat tersebut. Masukkan surat ke dalam kotak surat di kantor pos terdekat atau melalui kotak pos di area Anda.[9] Anda juga bisa meletakkan surat di kotak pos rumah. Tukang pos akan mengambil dan mengirimnya untuk Anda. Surat berbobot lebih dari 0,3 kg harus dikirim melalui kantor pos terdekat.[10] Iklan Hal yang Anda Butuhkan Amplop Perangko Tangan yang stabil Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Dari sekian banyak summary pencarian di blogku tentang kirim surat dan kartu pos, tarif prangkolah yang paling sering dicari. Maka dari itu, aku memutuskan untuk membuat tulisan khusus tentang ini. ✨ UPDATE Ada tarif baru! Silakan langsung ke post Tarif Baru 2022. Sebelumnya aku pernah kok membagikan foto tarif prangko, tetapi berada di tengah-tengah tulisan panjang tentang Postcrossing. Karena kutebak pasti banyak yang terlalu males menggulirkan layarnya, mana tulisan itu juga panjang banget, kuputuskan untuk membuat tulisan khusus tentang tarif prangko. = Sekalian sih biar tulisanku nambah, hehe. Tarif prangko sendiri sudah diatur, lo, oleh pemerintah. Bisa kita lihat melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 29 Tahun 2013 tentang Tarif LPU Layanan Pos Universal, atau bisa juga lihat di Tarif Pos dari Direksi PT POS Merujuk pada PerMen No. 29 Tahun 2013―di sini ada tabel daftar negara sesuai zonanya. Aku pernah tanya ke akun Twitter resmi Pos Indonesia mengenai tarif prangko, lalu aku dikirimi foto ini Foto di atas berisi tarif prangko ke luar negeri, baik untuk mengirim kartu pos maupun mengirim surat. Untuk kartu pos bisa dilihat di tulisan POSTCARD, dan di sampingnya tertera tarif kirim kartu pos per zona belahan dunia yang kita inginkan. Secara umum, tarif prangko untuk kartu pos adalah sebagai berikut Tarif Seluruh wilayah Indonesia Tarif Asia Zona I & II Tarif Asia Zona III, Eropa, Afrika Tarif Amerika Kalau mau tahu negara apa saja yang masuk Amerika, dsb. biar cek pranala di Tarif Pos dari Direksi PT POS. Nanti akan merujuk pada file di Gdrive milikku. Kalau pembagian Asia Zona I sampai III, bisa lihat di tulisanku yang ini. UPDATE Ada tarif baru! Silakan langsung ke post Tarif Baru 2022. Coba lihat lagi foto tarif barusan. Di atas biaya kartu pos, ada biaya prangko untuk kiriman surat yang tarifnya lebih beragam. Semakin berat suratnya, semakin meningkat harganya. Awal berkecimpung di dunia ini, aku tembak rata memasang prangko untuk kartu pos kebetulan cuma ada prangko juga soalnya. Waktu itu kirim ke Jerman, Rusia, dan Amerika―kartu saja, tanpa amplop. Kenapa aku mau memasang prangko mahal-mahal? Jujur, waktu itu kan pertama kali, jadi ada perasaan takut kartunya tidak sampai. Lantas aku berkesimpulan kalau biayanya lebih besar siapa tahu terjamin sampainya dan bisa lebih cepat―yang sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali. Yang ada aku cepet bokek. 😂 Setelah mengetahui tarif dari pemerintah melalui Twitter Pos Indonesia, aku mulai coba memasang prangko sesuai tarif yang ada di PerMen Kominfo. Kelinci percobaannku adalah kartu pos ke Amerika, tarifnya Agak deg-degan karena yang Rusia dkk. sebelumnya belum dikabarkan tiba. Alhamdulillah yang Amerika ini tiba dengan selamat, bahkan tiba lebih dulu dari ketiga kartu pos sebelumnya. = Sejak saat itu, aku selalu kirim dengan prangko sesuai tarif. Aku baru menempel lebih dari tarif kalau memang prangko yang kumiliki tidak ada yang pas. Intinya, aku tidak pernah mengirim di bawah tarif. Sejauh ini, kartu pos yang berhasil tiba adalah yang tujuan ke Bandung, Bekasi, Belanda, Jerman, Amerika, Cina, Taiwan, Ceko, Jepang, Lithuania, Rusia, Slovakia, dan Portugal. Ada beberapa kartu pos yang masih dalam perjalanan sejak Juli, yaitu kartu pos ke Medan dan Bekasi lebih kepada belum dikabari, sih, entah mengapa, Cibinong sejak 18 Agustus like, seriously, beberapa kartu ke Cina, Amerika, Malaysia, dan Lithuania rinciannya bisa dibaca di sini. Nah, sekarang kita beralih ke topik surat. Kalau di atas ini adalah tarif prangko untuk surat domestik yang luar negeri ada di foto sebelumnya. Dikelompokan menjadi dua AKDP Antarkota dalam Provinsi dan AKAP Antarkota Antarprovinsi. Yang AKDP tentu cenderung lebih murah daripada AKAP. Tapi, kalau dibandingkan tarif ke luar negeri, tentu yang domestik ini lebih murah. Sama seperti kartu pos, untuk surat pun aku menyesuaikan tarif berdasarkan berat. Saat membungkus surat dan memasukkan berbagai printilan untuk sahabat pena, aku selalu menimbangnya dengan timbangan dapur digital yang ada di rumah. Kalau tidak punya timbangan digital, bisa minta ditimbangkan di kantor pos, biasanya selalu ada. UPDATE Ada tarif baru! Silakan langsung ke post Tarif Baru 2022. Aku sudah pernah kirim surat ke dalam dan luar negeri. Untuk dalam negeri, aku pernah kirim dan sampai ke Depok, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Sumatera Utara, Balikpapan, Sidoarjo, dan Sukoharjo. Yang belum sampai juga ada kok, surat yang tujuannya ke Yogyakarta dua surat dan alamatnya sama, tapi waktu kirimnya beda dan Balikpapan. Untuk luar negeri, aku pernah kirim surat dan sampai ke Turki, Jepang, Tunisia, Cina, Malaysia, India, dan Belanda. Yang belum sampai juga ada, yaitu surat ke Turki beda alamat, Slovenia, Belarus, dan Thailand rinciannya bisa dibaca di sini. Kurang lebih begitu! Semoga membantu. 😊 Untuk yang tertarik dengan snail mail dan pen pal, silakan bergabung di Instagram Penpaling ID atau Telegram Group Penpaling ID! FAQ “Apakah tarif 2013 di atas masih berlaku?”Tidak. Per Mei 2022 sudah ada keputusan menteri kominfo no. 222 tahun 2022 yang menetapkan tarif baru untuk kiriman dengan prangko. Selengkapnya bisa baca di post Tarif Baru 2022. “Apakah prangko sama dengan meterai?”Beda dong. = Maka dari itu, kalau kita ke kantor pos dan bilang mau beli prangko, kadang sering ditanya ulang, “Prangko atau meterai?” Biar kitanya yakin, pegawainya juga yakin. ? Kan lucu kalau disuruh pasang meterai di surat perjanjian, malah kita tempeli prangko―atau sebaliknya. 😂 “Beli prangko di mana, ya?”Umumnya di kantor pos, tapi biasanya kalau cabang gitu kata temenku yang parkirnya tidak bayar 😂 tidak dijamin selalu ada bisa habis atau belum nyetok. Kantor pos besar yang parkirnya bayar―red, biasanya selalu ada walau tidak dijamin desainnya beragam. Beli daring juga bisa, lewat situs filateli atau ke individu yang menjual secara mandiri biasa lebih mahal, tapi kadang prangkonya keluaran lama dan tidak selalu ada di kantor pos. “Kenapa ya prangko di kotaku desainnya itu-itu aja? Bosen. 😦“Aku juga mempertanyakan hal yang sama. Pun aku bosan melihatnya. 😂 Ada yang memberitahuku kalau kantor-kantor pos di satu kota akan mendistribusikan prangko yang sama. Kalau mau prangko yang beragam, misalnya lagi di luar kota coba iseng mampir ke kantor pos, bisa juga ke kantor pos besar banget di Jakarta dan Bandung, atau beli daring. “Apakah boleh pasang prangko melebihi tarif di atas?”Boleh aja kalau kamu punya uang berlebih, atau misal seharusnya cuma butuh tapi prangkomu semua, berarti harus pasang daripada kurang. Ya kan? 😅 “Kalau pasang prangko kurang dari tarif, boleh nggak?”Jangan, ya! Karena sudah ada aturannya, lebih baik dipatuhi daripada tidak bisa dikirim. Sayang banget kan? 😦 “Apakah kirim kartu pos harus pakai amplop?”Tidak harus, bahkan normalnya dikirim langsung kartunya saja―awalnya mungkin terlihat aneh, tapi itu sangat wajar, kok! 😊 Walau begitu, kamu juga boleh kok kirim kartu pos pakai amplop, dengan syarat harus mengikuti tarif surat yang disesuaikan dengan beratnya, ya! “Kiriman prangko bisa dilacak nggak?”Sayangnya tidak. 😦 Tapi aku punya tips untuk kamu, dan bisa dibaca di sini. Kalau kamu main Postcrossing, sudah ada pelacak’-nya di sistem berupa tanggal kirim kita request address dan tanggal tiba penerimanya me-register kartu kita. “Aku mau kirim surat, tapi pas tanya tarifnya ke petugas di kantor pos, harganya jauh dari tarif di atas dan super mahal! Itu kenapa bisa begitu?”Kemungkinan besar kamu diberitahu biaya kirim menggunakan layanan pos lain, seperti EMS, yang bisa dilacak kirimannya―dan biayanya memang cenderung mahal. Itu salah satu opsi untuk berkirim surat, kalau kamu tidak masalah dengan harga yang lebih mahal tapi bisa dilacak, silakan pakai EMS bukan prangko. Tapi, kalau kamu mau mengirimkan suratnya dengan prangko, bilang saja mau kirim dengan prangko. 😊 “Aku sudah pasang prangko sesuai tarif, tapi tidak bisa dikirim karena katanya prangkonya kurang. Bagaimana solusinya?”Kalau sudah menempel sesuai tarif di atas PerMen Kominfo No. 29 tahun 2013 dan masih dibilang kurang, coba kamu cetak dokumen di atas dan tunjukkan saat ingin mengirim kiriman pos berprangko. 😊 “Sudah ditunjukkan tabel itu, pegawainya tetap bilang prangkonya kurang.”Itu sudah terhitung kantor pos nakal’, sih, hehe. Saranku, coba ke kantor pos lain. Semoga saja di tempat lain itu tidak terjadi hal yang sama. 😅 Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan lempar ke komentar! Nanti akan aku angkat ke bagian FAQ di atas. 😊 Semoga membantu, ya! . Depok, 12 September 2018 Ditulis sambil menghabiskan waktu 2 jam menunggu kelas siang dimulai. Diperbaharui tanggal 19 Januari 2022 karena ada tarif baru. - Sebelum teknologi komunikasi berkembang dengan pesat seperti sekarang, menulis dan mengirim surat menjadi pilihan utama untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Surat ditulis di secarik kertas, dimasukkan ke dalam sebuah amplop, lalu dibubuhi perangko di kemudian dibawa ke kantor pos untuk dikirimkan ke alamat yang dituju. Baca juga Viral Satu Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, Ini Penjelasan Kepolisian Dengan adanya surat, seseorang yang terpisah jauh masih bisa mengirimkan kabar, meski harus menunggu beberapa hari atau minggu sebelum surat itu sampai ke tujuannya. Selain itu, pada masa ketika surat menjadi pilihan utama komunikasi jarak jauh, muncul sebuah istilah menarik, yaitu "sahabat pena". Sahabat pena adalah dua orang yang tidak pernah bertemu, namun menjalin ikatan pertemanan dengan cara bertukar surat. Ajakan untuk menjadi sahabat pena bisa dengan mudah dijumpai di halaman-halaman surat kabar Indonesia pada tahun 60-an hingga 90-an. Baca juga Ruangguru Mundur dari Platform Digital Kartu Prakerja, Apa Dampaknya?Surat di masa sekarang Ilustrasi surat. Berkat kecanggihan teknologi komunikasi, berkirim kabar kini tidak lagi perlu menunggu waktu lama. Pesan bisa dikirim dan diterima pada waktu yang sama. Komunikasi jarak jauh juga semakin berkembang dengan semakin lazimnya kepemilikan telepon, internet, dan kini telepon pintar. Terlebih lagi, kini ada banyak layanan aplikasi chat yang mempermudah komunikasi, seperti LINE, WhatsApp, dan Telegram. Baca juga 6 Fitur Baru WhatsApp, Bagaimana Menggunakannya? Lantas, masih adakah yang orang yang mengirim kabar melalui surat? Corporate Secretary PT Pos Indonesia Persero Tata Sugiarta mengatakan, sejak kehadiran surat elektronik e-mail industri surat-persuratan mengalami distraksi yang luar biasa. Tata mengatakan, di era kiwari, hampir tidak ada orang yang bersedia menunggu lama untuk menyampaikan dan menerima kabar. Baca juga Sering Terima SMS Penawaran atau Penipuan? Ini Cara Melaporkannya... Hal tersebut semakin terasa dengan kepopuleran teknologi pesan singkat SMS yang hadir bersamaan dengan booming penggunaan telepon seluler di Indonesia.

apakah mengirim surat harus pakai perangko